Hukum Menyontek Ketika Ujian

Sebentar lagi sebagian kita yang duduk di bangku SMA akan menjalani ujian. Budaya jelek yang masih laris di tengah-tengah mereka adalah menyontek atau membawa “kepekan” kertas berisi rangkuman maupun melihat jawaban teman.

Islam Melarang Berbuat Curang dan Berbohong

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

Barangsiapa yang menipu kami, maka ia tidak termasuk golongan kami.” (HR. Muslim no. 101, dari Abu Hurairah).

Hadits di atas ada kisahnya ketika seorang pedagang mengelabui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak jujur dalam jual belinya. Dari Abu Hurairah, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلاً فَقَالَ « مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ ». قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ أَفَلاَ جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَىْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّى

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya, “Apa ini wahai pemilik makanan?” Sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya? Ketahuilah, barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.” (HR. Muslim no. 102)

Ini berarti setiap orang yang menipu, berbohong, berbuat curang, mengelabui dikatakan oleh Nabi bukanlah termasuk golongan beliau. Artinya, diancam melakukan dosa besar. Menyontek pun demikian.

Akibat Berbuat Curang Saat Ujian

Dalam hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta.  Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)

Dalam hadits lainnya disebutkan tiga tanda munafik,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan ketika diberi amanat, maka ia ingkar” (HR. Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hadits ini menerangkan tanda munafik, yang memiliki sifat tersebut berarti serupa dengan munafik atau berperangai seperti kelakuan munafik. Karena yang dimaksud munafik adalah yang ia tampakkan berbeda dengan yang disembunyikan. Pengertian munafik ini terdapat pada orang yang memiliki tanda-tanda tersebut” (Syarh Muslim, 2: 47).

Akibat mencontek pun dapat dirasakan jangka pendek. Siswa menjadi tidak pede dengan jawabannya. Padahal barangkali jawabannya lebih benar daripada milik temannya. Menyontek juga membahayakan diri sendiri karena bila ketahuan guru, bisa dipastikan nilai 0. Bagi yang dicontek, tidak menyesalkah bila yang menyontek mendapat hasil ujian yang lebih tinggi daripada Anda yang dicontek? Artinya, kerjasama saat di ‘medan perang’ ujian adalah kesia-siaan, karena teman Anda hanya memanfaatkan diri Anda, dan Anda tidak sadar telah dimanfaatkan. Hal ini sering terjadi. Yang namanya kompetisi, maka setiap peserta harus bersaing, bukannya malah bekerja sama. Karena yang namanya juara itu hanya dimiliki oleh satu orang, bukan tim / kolektif.

Adapun bahaya jangka panjang seperti kata pepatah, “Siapa yang menanam, dia akan menuai hasilnya kelak.” Kalau itu adalah kejelekan yang ditanam, maka tunggu hasil jeleknya kelak. Bila seorang siswa terbiasa menyontek, maka kebiasaan itulah yang akan membentuk diri. Beberapa karakter yang dapat ‘dihasilkan’ dari kegiatan menyontek antara lain: mengambil milik orang lain tanpa ijin, menyepelekan, senang jalan pintas dan malas berusaha keras, dan kehalalan pekerjaan dipertanyakan. Bisa dipastikan, saat siswa sudah dewasa dan hidup sendiri, tabiat-tabiat hasil perilaku menyontek mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencuri, korupsi, manajemen buruk, pemalas tapi ingin jabatan dan pedapatan tinggi.

Berakibat Buruk pada Ijazah dari Hasil Contekan

Akibat menyontek itu sendiri yaitu jika pekerjaan diperoleh dari ijazah hasil menyontek, maka kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

Seorang hamba boleh jadi terhalang rizki untuknya karena dosa yang ia perbuat.” (HR. Ahmad 5: 282, sanadnya dhoif sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Syaikh Sholeh Al Munajjid ditanya, “Ada orang yang bekerja dengan sebab ijazah sarjana yang palsu. Ada juga yang memiliki ijazah sarjana yang asli namun pernah menyontek pada salah satu ujian semesteran. Ada juga yang melengkapi persyaratan kerja berupa ijazah ketrampilan atau profesi palsu. Mereka semua telah bekerja dan menguasai pekerjaannya dengan baik. Apa yang harus dilakukan mereka bertiga setelah mereka bertaubat? Perlu diketahui bahwa sebagian di antara mereka PNS namun ada juga yang bekerja di perusahaan swasta.”

Pertanyaan di atas telah kami sampaikan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan jawaban beliau adalah sebagai berikut, “Jika pondasi rusak maka bangunannya tentu rusak. Kewajiban tiga jenis orang di atas adalah mengulang ujian untuk mendapatkan ijazah yang dengan sebab ijazah tersebut mereka bisa mendapatkan gaji. Namun seandainya saat ujian semester terakhir orang tersebut tidak menyontek dan menyontek hanya dilakukan pada semester-semester sebelumnya maka aku berharap orang tersebut tidak berdosa disebabkan gaji yang didapatkan dengan ijazah semacam itu”.

Pertanyaan, “Namun nilai yang diberikan di ijazah atau di transkip nilai adalah nilai untuk semua mata kuliah yang diajarkan selama masa belajar”.

Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika demikian orang tersebut tidak boleh menerima gajinya sehingga dia mengulang semua ujian tanpa contekkan”.

Pertanyaan, “Namun realitanya, andai orang tersebut menghadap ke pihak universitas dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan ujian ulang maka pihak universitas akan mengatakan bahwa sistem pembelajaran yang ada tidak mengizinkan hal semacam itu”.

Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika demikian hendaknya orang tersebut keluar dari tempat kerjanya kemudian mencari pekerjaan baru sesuai dengan ijazah sekolah yang tidak tercemar dengan menyontek atau melakukan kecurangan ketika ujian semisal ijazah SMA-nya”.

Pertanyaan, “Bagaimana jika pegawai tersebut mengatakan bahwa dia telah menguasai pekerjaan dengan baik dan kemampuannya dalam bekerja menyebabkan dia berhak untuk bekerja meski tidak memiliki ijazah?”

Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika demikian, hendaknya dia melapor ke bagian personalia tempat dia bekerja dan menyampaikan bahwa realita senyatanya dari ijazahnya adalah demikian dan demikian. Jika pihak tempat dia bekerja mengizinkan orang tersebut untuk tetap bekerja di tempat tersebut dengan pertimbangan bahwa dia telah menguasai pekerjaan dengan baik maka aku berharap moga dia tidak berdosa jika tetap bekerja di tempat tersebut”. (Sumber: Ustadzaris.com yang diterjemahkan dari Saaid.Net)

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz pernah ditanya, “Ada seseorang yang bekerja dengan ijazah namun saat ujian ia telah berbuat curang (bohong) dan berhasil meraih ijazah tersebut. Adapun saat ini ia bekerja dengan baik karena hasil dari ijazah tersebut. Apakah gajinya itu halal atau haram?”

Syaikh Ibnu Baz menjawab, “Tidak mengapa gajinya tersebut insya Allah. Namun ia punya kewajiban untuk bertaubat karena dahulu telah berbuat curang saat ujian. Pekerjaan yang ia tempuh saat ini tidaklah bermasalah. Namun ia telah berdosa karena melakukan kecurangan di masa silam. Kewajibannya adalah bertaubat kepada Allah dari perbuatan tersebut.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 31: 19).

Namun pengasuh Fatwa Islamweb mengatakan setelah menyebutkan fatwa di atas, “Hal ini berbeda jika pekerjaan tersebut disyaratkan harus dengan ijazah yang sah (yang benar-benar valid dari hasil usaha sendiri, bukan berbuat curang). Jika dipersyaratkan ijazah seperti itu, maka ia tidak boleh mengajukan lamaran pada pekerjaan seperti tadi. Karena setiap muslim harus memenuhi perjanjian yang telah ia sepakati. (Sumber: Fatwa.Islamweb)

Mending Nilai Pas-Pasan Tetapi Jujur

Mending nilai pas-pasan daripada berbuat curang dan berbohong dengan menyontek. Prinsip inilah yang harus ditanamkan oleh orang tua pada anak-anaknya. Harusnya orang tua mengajarkan kepada anak-anak supaya jujur dan mencari ridho Allah.

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah menuliskan surat kepada Mu’awiyah. Isinya sebagai berikut,

مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ

Barangsiapa mencari ridho Allah sedangkan manusia murka ketika itu, maka Allah akan bereskan urusannya dengan manusia yang murka tersebut. Akan tetapi barangsiapa mencari ridho manusia, namun membuat Allah murka, maka Dia akan serahkan orang tersebut kepada manusia.” (HR. Tirmidzi no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Begitu pula anak harus pahami bahwa membahagiakan orang tua dengan lulus dalam ujian tidak mesti dengan jalan yang diharamkan, tempuhlah jalan yang Allah ridhoi.

Semoga Allah memudahkan adik-adik kita yang sebentar lagi menempuh ujian nasional. Moga Allah mendatangkan kemudahan dan juga memberikan taufik kepada mereka untuk berlaku jujur dan menjauhi kecurangan.

Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Sabtu, 12 Jumadats Tsaniyah 1435 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel muslim.or.id dengan sedikit perubahan pada awal kalimat.

Iklan

Kisi-kisi dan Bahas Soal MIRIP UAS X Matematika Peminatan

Kisi-kisi UAS X Matematika Peminatan:

  1. Pelajarilah resultan jumlah dan selisih vektor secara grafis
  2. Pelajarilah rumus resultan jumlah dan selisih. Pahami baik-baik tentang sudut apit antara kedua vektor
  3. Pelajari aljabar vektor, nilai mutlak dari vektor
  4. Pelajari hasil kali skalar dan sudut antara dua vektor
  5. Pelajari pembagian garis
  6. Pelajari proyeksi ortogonal baik vektor maupun skalarnya
  7. Pelajari istilah dua vektor sejajar, dua vektor sama, dua vektor saling tegak lurus, dsb.
  8. Pelajari bagaimana menata hati agar tidak menyotek.

Sebagai bahan belajar, pelajarilah file berikut ini baik-baik:

KISI-KISI dan Bahas soal MIRIP UAS Mat Peminatan X-IPA

Al-Qur’an memaparkan kisah Maryam (Bunda Maria)

Kisah Maryam dijelaskan di dalam kitab suci Al-Quran dalam surat Maryam. Beliau adalah seorang wanita hamba Allah, yang menjaga kesuciannya. Berikut kutipan surat Maryam ayat 16-36:

 

Surat Maryam Ayat 16

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

Surat Maryam Ayat 17

maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh (ciptaan) Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

Surat Maryam Ayat 18

Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

Surat Maryam Ayat 19

Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

Surat Maryam Ayat 20

Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

Baca lebih lanjut

PERBAIKAN 19

Simaklah video di atas. Lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini (berdasarkan isi video):

  1. Apakah kewajiban seumur hidup yang disebutkan dalam kajian?
  2. Taubat adalah ibadah yang di……. Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  3. Tatkala Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya, apa yang beliau katakana kepada kaumnya terkait istighfar?
  4. Terhadap orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, maka Allah akan mengubah keburukan mereka menjadi kebaikan. Ada 2 tafsiran ulama mengenai hal tersebut, jelaskan!
  5. Nabi beristighfar setiap hari sebanyak….
  6. Apakah ayat yang sangat memberikan harapan bagi manusia yang berdosa? Jelaskan!
  7. Jelaskan cerita ashabul ukhdud, dimana ada seorang raja yang zhalim.
  8. Apakah yang dikatakan para penyihir Fir’aun setelah kalah dari pertandingan?
  9. Jelaskan kisah seorang pembunuh 100 nyawa!
  10. Mengapa taubat harus dilakukan dengan segera, tidak ditunda-tunda?
  11. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hati sering berkhianat.
  12. Apa yang dirasakan salafus shalih ketika ia terhalangi dari melakukan shalat malam?
  13. Syarat diterimanya taubat (dari segi waktu) adalah taubat dilakukan sebelum….
  14. Sebutkan 4 syarat diterima taubat: 1) ……………. dari melakukan perbuatan maksiat tersebut  2) …………….. perbuatan maksiat tersebut  3) Berazzam untuk tidak……………… 4) Jika maksiat berkaitan dengan hak orang lain, maka harus………..
  15. Jelaskan kisah orang yang bermaksiat, lalu bertaubat, lalu terjerumus lagi dalam maksiat, lalu bertaubat lagi, dan seterusnya!
  16. Apakah hokumnya merokok ?
  17. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan ……….

PERBAIKAN 18

 

Simaklah video di atas. Lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini (berdasarkan isi video):

  1. Di antara nikmat Allah yang paling besar adalah…
  2. Tanpa diturunkannya al-Qur-an dan tanpa diutusnya Rasul, bagaimanakah kehidupan kita?
  3. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan, Nabi bersabda,”Akan senantiasa ada sekelompok umatku berdiri tegak di atas….”
  4. Cahaya itu biasanya ada di depan atau di belakang ketika kita berjalan? Bagaimana dengan cahaya ilmu terhadap amal?
  5. Apakah makna ayat al-Qur-an Surat Al-Maidah ayat 3 “Pada hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu.”?
  6. Dalam suatu hadits disebutkan,”Tidak datang suatu zaman melainkan zaman berikutnya lebih……..”
  7. Bolehkah kita untuk meningkatkan/mengimprovisasi agama dengan membuat cara baru dalam agama?
  8. Tidak ada yang lebih memahami agama secara ilmu dan amal selain dari….
  9. Kalau kita mau masuk syurga, maka tirulah orang/generasi yang ……
  10. Bagaimanakah efek mengganti dinar-dirham dengan uang kertas? Jelaskan kisah harga seekor kambing!
  11. Bagaimana penyelenggaraan penyembelihan kurban di zaman Nabi Muhammad?
  12. Ada pacaran Islami? Musik Islami?
  13. Salah satu larangan Nabi adalah kita dilarang untuk meniru orang….
  14. Bagaiamana cara melawan kezhaliman, kefasiqan, kemaksiatan di muka bumi?
  15. Apakah syarat boleh meminjam uang ke bank?
  16. Bagaimana hukum menjadikan bacaan al-Qur-an/adzan sebagai nada dering HP?
  17. Bagaimana cara mengalahkan orang kafir, yang mana orang kafir takut akan hal tersebut?
  18. Bagaimana cara memakmurkan masjid sebelum shalat?
  19. Siapa yang pertama kali memberi nama sesuatu yang tidak sesuai dengan hakikat sebenarnya?
  20. Apakah kebanyakan dari musik yang terdengar di masyarakat mengajak kita ke syurga atau ke neraka?
  21. Siapakah wali Allah itu?

Soal Jawab Matematika SMA

File-file berikut berisi soal dan jawaban (pembahasan) soal-soal matematika.

Silakan unduh dan pelajarilah dengan baik.

Soal Jawab Pembahasan SBMPTN MTK IPA Saintek

(PDF) Soal Jawab LIMIT TAK HINGGA (Ada Tambahan)

(PDF) Soal Jawab LIMIT TRIGONOMETRI

(PDF) Soal Jawab TURUNAN TRIGONOMETRI & PENERAPAN

(PDF) Soal Jawab DIMENSI TIGA

(PDF) Soal Jawab STATISTIKA

(PDF) Soal Jawab PENCACAHAN

Soal Jawab PELUANG

(PDF) Soal Jawab INTEGRALKU

PERBAIKAN 17

Simaklah video di atas. Lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini (berdasarkan isi video):

  1. Mengapa ustadz menyebut cinta sebagai anugerah yang dizhalimi?
  2. Apakah pondasi ibadah kepada Allah?
  3. Apakah orang yang datang ke pengajian merasa berat menghadirinya?
  4. Ibnul Qayyim menulis buku berjudul “Taman orang-orang yang jatuh cinta”. Apakah isinya?
  5. Sebutkan arti cinta menurut salah seorang ulama yang bernama as-Sa’di!
  6. Apakah yang dimaksud dengan cinta palsu?
  7. Secara garis besar, cinta terbagi menjadi 2. Sebutkan!
  8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan cinta yang bersifat ibadah?
  9. Seseorang boleh menyukai isteri, anak, perniagaan, harta, ladang dan sebagainya namun ada syaratnya. Apakah itu?
  10. Sebutkan 4 bukti sayang Allah kepada hamba-hambaNya!
  11. Jelaskan kejelekan dari Valentine day!
  12. Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, menahan pemberian karena Allah, sungguh dia telah…….
  13. Bagaimana strategi (tipu daya) setan dalam SMS antara laki-laki dan perempuan?
  14. Bagaimana jika orangtua melarang anak untuk menghadiri pengajian?
  15. Bolehkah kita merasa senang setelah melakukan kebaikan?
  16. Apakah salah satu tanda kelezatan iman?

PERBAIKAN 16

Simaklah video di bawah ini:

Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini (jawaban ada di dalam video di atas):

1. Pada tubuh manusia, masing-masing memiliki ….
2. Apakah kegunaan seharusnya dari anggota mata,telinga,dan kaki?
3. Apa yang dikatakan anggota tubuh kepada lidah setiap hari?
4. Apakah yang dibelikan oleh seorang budak kepada majikannya ketika diperintah membeli bagian kambing yang terbaik dan terburuk?
5. Apa yang dikatakan nabi ketika sahabat ditanya apa kesimpulan dari agama islam ini?
6. Apakah (sebab) yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka?
7. Apa beda ghibah dengan fitnah?
8. Ada 4 keadaan dimana boleh menceritakan keburukan seseorang. Sebutkan!
9. Apakah keutamaan surat al-Mulk?
10. Apakah ada larangan memotong rambut dan kuku ketika perempuan menstruasi?
11. Bolehkah perempuan berdzikir dan membaca quran ketika haidh?
12. Bagaimana jika kita punya hutang puasa atau zakat tapi sudah berlalu waktu yang lama?
13. Jelaskan bagaimana merapatkan (meluruskan) shaf ketika shalat!
14. Apakah belajar (agama) dari berbagai sumber itu baik?
15. Bagaimana membuat kisah fiktif untuk berdakwah?
16. Neraka dan surga ada berapa? Bagaimana luas surga?
17. Bagaimana jika seseorang memiliki beberapa dosa, bagaimana hukumannya di neraka?
18. Kapan batas awal dan batas akhir shalat dhuha?

PERBAIKAN 15

Simaklah video di bawah ini, lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada.

Lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini (jawaban ada di dalam video di atas, simaklah!)

1. Kondisi manusia dalam keadaan susah payah contohnya…
2. Disebutkan dalam alQuran “Kami menguji manusia dengan sedikit ….
3. Apakah yang dikatakan imam Syafii mengenai ujian yang dihadapinya?
4. Apakah yang menjadi patokan kebahagiaan?
5. Poin pertama yang dapat menenangkan hati kita, yang membahagiakan hati kita adalah..
6. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikannya…..
7. Apakah maksud dari beriman kepada taqdir?
8. Dalam alQuran Allah mengatakan, yang artinya ” Bisa jadi engkau membenci sesuatu, ternyata itu ……. dan bisa jadi engkau mencintai sesuatu, ternyata itu …….
9. Apakah yang menjadi sumber kesengsaran, kesedihan, kegelisahan, gundah-gulana yang menimpa hati seseorang adalah…
10.Seseorang mengeluh kepada Nabi mengenai keras hatinya. Apa yang diperintahkan oleh Nabi kepada orang tersebut?
11. Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu masjid Allah, membaca dan mempelajari ayat-ayat Allah, maka ….
12. Beda apanya orang yang sekedar mendengar pengajian dengan orang yang fokus serius memahami isi pengajian?
13. Apakah yang dikatakan nabi Yusuf ketika saudara-saudaranya yang pernah menzhaliminya datang kepadanya?
14. Apakah yang dimaksud dengan sabar yang indah?
15. Rasulullah ditanya siapakah manusia (orang) yang paling afdhal? Apa jawaban Nabi?
16. Apakah amalan orang yang disebut penghuni surga oleh Nabi, yang diselidiki oleh ‘Amr bin ‘Ash hingga menginap 3 hari?
17. Apakah doa yang dipanjatkan nabi Ibrahim?
18. Di antara cara menghilangkan kesempitan dada adalah dengan….
19. Apakah nasehat ustadz bagi teman-teman yang sudah mau nikah tapi tidak punya biaya?
20. Mengapa wanita (yang masuk surga) lebih afdhal daripada bidadari?