Hukum Bekerja di Bank

Ruang Muslim

Pertanyaan:

Apa hukumnya bekerja di bank, yang tentunya di dalamnya terdapat transaksi riba?

Jawaban:

Fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah (Ketua Majelis Ulama Kerajaan Saudi Arabia):

“… Tidak diperbolehkan bekerja di bank seperti itu (yang melakukan transaksi riba). Sebab bekerja di sana termasuk ta’awun (tolong-menolong) di atas dosa dan permusuhan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Ma’idah: 2)

Disebutkan dalam Ash-Shahih dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan orang lain dengan harta riba, penulis, dan kedua saksinya. Beliau menyatakan:

(Dosa) mereka sama.”

Baca lebih lanjut

Perkataan “Saya Tidak Tahu” adalah Setengah dari Ilmu

Ruang Muslim

Di antara adab yang diajarkan oleh syariat kepada kita ketika ditanya tentang suatu perkara yang kita tidak mengetahuinya adalah mengucapkan jawaban “Allahu A’lam” (Allah lebih mengetahuinya) ataupun dengan jawaban “Laa Adri (saya tidak tahu)”. Janganlah seseorang itu mencoba-coba untuk menjawab dan menjelaskan tentang perkara yang tidak diketahuinya. Janganlah pula dia merasa enggan dan malu untuk mengakui bahwasanya dia tidak mengetahui jawaban atas perkara yang ditanyakan dengan mengatakan “saya tidak tahu”.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Janganlah kamu mengatakan apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya.” [QS Al Isra`: 36]

Baca lebih lanjut

Orang yang Terakhir Masuk Surga

Ruang Muslim

Berikut ini adalah kisah orang yang terakhir kali masuk surga dan kenikmatan yang diperolehnya. Disebutkan dalam sebuah hadits yang shohih riwayat Imam Muslim.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Sesungguhnya aku mengetahui penduduk neraka yg terakhir keluar darinya dan dia menjadi penduduk surga yang terakhir kali masuk surga, yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dalam keadaan merangkak, lalu Allah berkata kepadanya,
‘Pergilah, dan masuklah (ke dalam) surga.’
Lalu dia mendatanginya, lalu dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Lalu dia kembali seraya berkata,
‘Wahai Rabbku, aku mendapatinya telah penuh.’

Baca lebih lanjut

Kisah Seorang yang Memiliki 99 Gulungan Catatan Dosa

Ruang Muslim

Berikut ini kisah seorang yang memiliki 99 gulungan catatan dosa ketika ditegakkan timbangan amal pada hari kiamat, yang disebutkan dalam hadits shohih.

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

“Sungguh Allah akan membebaskan seseorang dari umatku di hadapan seluruh manusia pada hari Kiamat dimana ketika itu dibentangkan 99 gulungan catatan (dosa) miliknya. Setiap gulungan panjangnya sejauh mata memandang, kemudian Allah berfirman:

‘Apakah ada yang engkau ingkari dari semua catatan ini?

Apakah para (Malaikat) pencatat amal telah menganiayamu?,’

Dia menjawab: ‘Tidak wahai Rabbku,’

Allah bertanya: ‘Apakah engkau memiliki udzur (alasan)?,’

Dia menjawab: ‘Tidak Wahai Rabbku.’

Allah berfirman: “Bahkan sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan di sisi-Ku dan sungguh pada hari ini engkau tidak akan dianiaya sedikitpun.”

Kemudian dikeluarkanlah sebuah kartu (bithoqoh) yang di dalamnya terdapat kalimat:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

(Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya)

Baca lebih lanjut